indocontainer.info jual kontainer second berkualitas

Jual Kontainer Bekas Berkualitas. Kami jual container peti kemas bekas yang berkantor di surabaya. telp segera di Indosat 085655691811 Telkomsel  . bisa juga dengan mengirim email ke : info@indocontainer.info

Pembayaran dalam perdagangan internasional

Cara pembayaran dalam perdagangan internasional pada dasarnya dapat diklasifikasikan berdasarkan tingkat hubungan dan posisi tawar antara pihat-pihak terkait, yaitu antara penjual/seller/eksportir dan pembeli/buyer/importir. Adapun mekanisme pembayaran transaksi perdagangan internasional dapat dilakukan dengan menggunakan Letter of Credit (L/C) dan tanpa L/C (Non L/C).

Tanpa L/C (Non L/C)
Dapat dikelompokkan dalam beberapa kategori :
1. Advance Payment
Advance Payment atau pembayaran dimuka dimana pembayaran dilakukan oleh pembeli/buyer kepada seller sebelum barang dikapalkan. Cara pembayaran seperti ini dapat terjadi apabila pasar dikuasai oleh penjual (seller Market) atau penjual tidak yakin akan buyer atau Negara si buyer. Kelemahan dari jenis pembayaran ini barang tidak dikirim oleh seller atau kualitas barang tidak sesuai dengan yang diperjanjikan atau pengiriman barang terlambat atau barang yang dikirim tidak sesuai dengan perjanjiannya.
2. Open Account
Open Account merupakan kebalikan dari Advance Payment, yaitu Eksportir mengirimkan barang beserta dokumen langsung kepada importer, dan selanjutnya menunggu importer melakukan pembayaran. Hal ini dapat terjadi apabila buyer memiliki posisi tawar yang tinggi. Kelemahan cara pembayaran ini adalah adanya ketidakpastian pembayaran seperti pembayaran terlambat atau melewati batas waktu pembayaran atau jumlah nominal yang dibayarkan tidak sesuai dengan perjanjian.
3. Consignment
Seller hanya menitipkan barang kepada buyer (buyer bukanlah pembeli akhir) dan pembayaran dilakukan oleh buyer apabila barang telah terjual. Kelemahan cara pembayaran seperti ini adalah tidak ada kepastian kapan pembayaran dilakukan.
4. Collection
Pembayaran dilakukan dengan cara seller mengirimkan dokumen kepada buyer dengan menggunakan jasa bank untuk menagih pembayaran, baik dengan menggunakan draft atau promissory note. Dalam hal ini seller meminta kepada banknya untuk menyerahkan dokumen kepada buyer atas dasar :
A. Documents against Payment (D/P)
Dimana dokumen beserta draft dikirim kepada buyer dan pembayaran dilakukan oleh buyer pada saat buyer menerima dokumen.
B. Documents agains Acceptance (D/A)
Dokumen dan draft dikirim kepada buyer dan pada saat buyer menerima dokumen ia melakukan akseptasi sedangkan pembayaran dilakukan oleh buyer pada saat jatuh tempo. Kelemahan dari jenis pembayaran ini adalah kurang pastinya pembayaran dan potensi kerugian apabila buyer menolak menebus dokumen.
5. Counter Trade
Adalah pembayaran dilakukan dengan cara tukar menukar barang dengan barang. Counter Trade atau perdagangan timbal balik ini sampai saat ini masih ada biasanya dilakukan atas dasar perjanjian 2 negara dalam bentuk Memorandum of Understanding (MOU).
Pembayaran Dengan L/C
Pembayaran melalui L/C dilakukan dengan cara :
Seller menarik uang muka sebagian atau seluruh nilai L/C sebelum barang dikapalkan (Pembayaran dimuka/Red Clause), atau Pembayaran dilakukan/seller menerima pembayaran setelah dokumen diunjukkan kepada Iss. Bank atau kepada bank yang ditunjuk sesuai dengan syarat L/C (Sight), atau

Pembayaran yang mensyaratkan jangka waktu tertentu dimana seller akan menerima pembayaran beberapa hari/bulan kemudian setelah barang dikapalkan (sesuai dengan persyaratan L/C).

sumber : http[.]brijakartaveteran.blogspot.com

Bisnis kontainer Modifikasi

Rumah dari kontainer atau peti kemas mungkin masih asing di telinga kita. Apalagi, rumah atau kantor yang dibuat dari peti kemas oleh pemodifikasi kontainer ini lebih banyak dipakai untuk situasi khusus, seperti bencana.

Namun, walaupun begitu laba bisnis modifikasi kontainer terus naik. Kontainer atau peti kemas tak hanya bisa digunakan sebagai wadah saat melakukan proses ekspor dan impor. Kontainer juga bisa dibikin menjadi rumah, ruang kelas atau ruangan kantor lengkap dengan penyejuk udara (AC) dan kamar mandi.

Bisnis jasa modifikasi kontainer menjadi hunian ini dilakukan Ani Mardiani, pemilik CV An-Nahl Container di Surabaya. Wanita yang sudah 10 tahun bergelut dengan jasa modifikasi kontainer ini mengatakan, pasar kontainer modifikasinya kian besar. Semakin padatnya kondisi lingkungan di kota besar, banyaknya proyek pembangunan dan bencana alam membuat jasanya semakin dibutuhkan.

“Rumah kontainer sangat fleksibel sehingga memiliki banyak keunggulan,” kata Ani, pekan lalu.

Saat ini, 70 persen pesanan modifikasi kontainer berupa rumah. Tipe kontainer standar yang dikerjakannya adalah dengan ukuran 12 m x x 6 m x 3 m (meter).

Tak hanya merenovasi kontainer dengan penambahan AC, keramik dan jendela, Ani juga bisa memasang sekat untuk kamar mandi dan ruangan lain. Untuk paket standar tanpa sekat, tarif yang ditawarkan sebesar Rp 30 juta – Rp 65 juta. Sedangkan modifikasi dengan penambahan sekat biayanya sampai Rp 68 juta. Seluruh harga yang ditawarkan termasuk biaya pengiriman sampai tempat tujuan.

Tiap bulan, Ani biasanya memperoleh 2 sampai 3 pesanan modifikasi kontainer. Dengan harga yang ditawarkan tersebut, ia bisa mengantongi omzet sekitar Rp 100 juta per bulan. Walau lama pengerjaan akan disesuaikan dengan permintaan pelanggan, namun biasanya dalam satu minggu dia bisa menyelesaikan dua unit kontainer modifikasi.

“Klien saya kebanyakan datang dari kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan Semarang,” katanya.

M Fajar Achyarianto atau akrab disapa Ari Fuad juga berkecimpung di bisnis modifikasi kontainer. Pemiliki PT Matraco Widyantara ini mulai menggeluti bisnis modifikasi kontainer sejak 1998 lalu. Pada tahun tersebut, dia melihat banyak kontainer bekas tidak terpakai karena perdagangan ekspor dan impor lesu.

“Pesanan rumah kontainer biasanya datang dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) asing di Indonesia saat terjadi bencana,” ujar Ari.

Tak hanya membuat kantor atau rumah, Ari juga bisa memodifikasi kontainer menjadi klinik, rumah sakit atau panggung pertunjukan. Dia mematok harga bervariasi untuk kontainer modifikasinya. Untuk kontainer ukuran standar 20 feet dengan pemasangan peredam panas, lantai keramik, dinding kayu dan hiasan lain, Ari memungut biaya sekitar Rp 49 juta.

Namun, meski prospek bisnis ini cukup cerah, kendala kenaikan harga kontainer bekas menghantui Ari dan Ani. Ari mengatakan, jika tahun lalu harga kontainer bekas ukuran 20 feet dalam kondisi 80% bagus mencapai Rp 11 juta, maka saat ini untuk ukuran yang sama dan kondisi yang sama harganya sudah mencapai Rp 18 juta sampai Rp 19 juta per unit. Selain masalah kenaikan harga kontainer bekas, banyaknya pemodifikasi kontainer yang keluar masuk usaha ini menjadi masalah tersendiri.

“Ada yang tertarik dengan usaha ini, tapi begitu ada keluhan dari konsumen mereka keluar,” kata Ari.

Hal itu akan menyulitkan pengusaha yang benar-benar menggantungkan hidup pada usaha modifikasi kontainer lantaran konsumen akan meragukan produknya.

sumber : kompas.com